Mimpi saya sebelum bangun subuh tadi pagi, adalah menerima hasil placement test bahasa Inggris alias TOEFL-like. Kami calon mahasiswa pasca diwajibkan mengikuti tes ini untuk menakar kemampuan bahasa Inggris kami. Mungkin di perkuliahan nanti bakal banyak bahan bacaan yang berbahasa Inggris, entahlah. Tesnya sendiri sudah berlangsung minggu lalu dan sekarang kami tinggal menunggu hasilnya keluar. Yang agak aneh adalah saya juga masih ingat nilai masing-masing di mimpi itu. Andi 606, Cici 511, saya paling kecil, 504. Haha, nilai dari mana pula ini -___-
Hampir setiap akan ujian atau setelah ujian, saya selalu bermimpi
tentang ujiannya. Setelah ujian isi mimpi saya adalah nilainya,
sementara sebelum ujian, mimpinya adalah soal-soalnya. Sayangnya soal-soal yang saya mimpiin itu ngga pernah keluar di ujian besoknya. Dan setelah saya pikir-pikir, mungkin saya memang tipe orang yang terlalu khawatir dengan hasil akhir. Walaupun sudah berusaha dari awal, tetep aja ada kecemasan akan 'nilai jelek' itu. Agak mirip si Hermione ya, haha. Ya sudahlah. Tapi tolong kasih tau saya ya kalau ada yang tau cara mengatasinya. Terima kasih :D
NB :
setelah saya posting ini, siangnya saya dapat kabar bahwa nilai placement test-nya baru keluar. haha, kebetulan sekali :p
Sunday, September 1, 2013
Friday, August 30, 2013
Kembali ke Kampus
Kembali ngeblog setelah libur panjang, hehe.
Setelah beberapa bulan jadi anak rumahan sambil bergalau ria menunggu pengumuman, alhamdulillah akhirnya bulan ini saya resmi jadi anak kuliahan lagi. Satu hal menarik yg saya temukan adalah, di jenjang yang ini teman-teman sekelas saya lebih beragam. Ada adik2 yang baru lulus sarjana, ada kakak2 yang sudah lebih dewasa, ada juga yang sudah punya anak. Tantangan besarnya adalah bagaimana berkomunikasi dengan berbagai usia ini tanpa menyinggung perasaan, tapi tetap menjadi diri saya sendiri. Bismillah. Dan mungkin saya harus belajar lagi mengatur waktu dan latihan begadang, haha.
Dua dari teman sekelas saya dulu di kelas sarjana juga lanjut, dan yang lucu adalah kami wisuda bareng, mengurus administrasi daftar sekolah lagi bareng, dan sekarang akan kembali kuliah bareng. Mungkin akan spektakuler kalau nanti wisuda bareng lagi, hihi. Aamiin.
Setelah beberapa bulan jadi anak rumahan sambil bergalau ria menunggu pengumuman, alhamdulillah akhirnya bulan ini saya resmi jadi anak kuliahan lagi. Satu hal menarik yg saya temukan adalah, di jenjang yang ini teman-teman sekelas saya lebih beragam. Ada adik2 yang baru lulus sarjana, ada kakak2 yang sudah lebih dewasa, ada juga yang sudah punya anak. Tantangan besarnya adalah bagaimana berkomunikasi dengan berbagai usia ini tanpa menyinggung perasaan, tapi tetap menjadi diri saya sendiri. Bismillah. Dan mungkin saya harus belajar lagi mengatur waktu dan latihan begadang, haha.
Dua dari teman sekelas saya dulu di kelas sarjana juga lanjut, dan yang lucu adalah kami wisuda bareng, mengurus administrasi daftar sekolah lagi bareng, dan sekarang akan kembali kuliah bareng. Mungkin akan spektakuler kalau nanti wisuda bareng lagi, hihi. Aamiin.
![]() |
| wisuda bareng. copyright Refi 2011 |
![]() |
| minta rekomendasi bareng. copyright Pak Bambang 2013 |
Sunday, July 7, 2013
My Best Friends' Wedding
Dalam tiga bulan terakhir ini, dua orang teman se-geng saya di Kongkow menikah. Alamaak rasanya antara seneng-bahagia-terharu campur galau menari-nari di dalam hati. Kayaknya ga perlu dijelasin lah ya itu kenapa ada rasa galaunya nyempil. Ihik.
Ini nikahan Ajias, 20 April 2013.
Suaminya Ajias, Kokon, adalah teman sekelasnya di kampus. Saya selama kuliah kurang tau nih gimana ceritanya Ajias sama si Kokon. Pokoknya setelah beberapa tahun pacaran akhirnya mereka nikah. Salut juga sebenernya sama mereka, karena mereka seumuran tapi bener-bener bisa mempersiapkan masa depan dan menikah di usia yang cukup muda *bagi saya.
Nikahan Anis, 22 Juni 2013
Nah pas nikahan Anis ini, saya ikutan jadi seksi sibuk karena kami udah deket banget dari SMP. Keluarga saya udah hapal Anis karena sering numpang bobo siang di rumah sebelum les, sementara keluarga Anis (mungkin) udah bosen sama saya karena tiap hari libur saya ke rumahnya untuk pinjam atau ngembaliin buku. Jadi saya diminta untuk jadi mandor seksi dekorasi. Kerjaannya memantau vendor dekorasi dan mengecek kesempurnaan dekor sebelum hari H. Alhasil malam sebelum acara, saya ikut menginap di guest house gedung nikahan, bareng sama keluarga dan panitia yang lain. Dan ternyata ngurus nikahan itu capek lo, walau cuma bagian ngecek2 aja.
Jadi setelah dihitung-hitung, dari 10 orang member Kongkow (berasa girlband aja) yang udah menikah ada 3 : Pepey, Ajias, Anis. Satu orang udah taken alias punya calon : Henni. Sisanya, 6 orang termasuk saya, adalah orang-orang yang dilanda galau dan ketidakpastian. Ahahaha. Sudahlah.
Happy Wedding buat Ajias-Kokon dan Anis-Mas Dhian! Smoga kami segera menyusul, hihi (berdoa itu wajib :p).
Ini nikahan Ajias, 20 April 2013.
![]() |
| saya jadi ondel2 sehari (baca : penerima tamu) jadi seragamnya beda |
Suaminya Ajias, Kokon, adalah teman sekelasnya di kampus. Saya selama kuliah kurang tau nih gimana ceritanya Ajias sama si Kokon. Pokoknya setelah beberapa tahun pacaran akhirnya mereka nikah. Salut juga sebenernya sama mereka, karena mereka seumuran tapi bener-bener bisa mempersiapkan masa depan dan menikah di usia yang cukup muda *bagi saya.
Nikahan Anis, 22 Juni 2013
![]() |
| sambil kasih kado nikahannya Ajias (baru sempet ketemu lagi) |
![]() |
| ciee yang udah suami-istri :p |
Jadi setelah dihitung-hitung, dari 10 orang member Kongkow (berasa girlband aja) yang udah menikah ada 3 : Pepey, Ajias, Anis. Satu orang udah taken alias punya calon : Henni. Sisanya, 6 orang termasuk saya, adalah orang-orang yang dilanda galau dan ketidakpastian. Ahahaha. Sudahlah.
Happy Wedding buat Ajias-Kokon dan Anis-Mas Dhian! Smoga kami segera menyusul, hihi (berdoa itu wajib :p).
Tuesday, May 21, 2013
Crochet(ing)
Masih dalam tema mengisi waktu luang sebagai pengangguran, haha.
Nah di beberapa hari bebas ini, saya berhasil membuat beberapa proyek crocheting. Ini penampakannya *jengjeeeng*
NB : semua images dari google, kecuali yang ada 'cap' blog saya
Salah satu hobi saya yang lumayan bermanfaat adalah merenda. Merenda (crocheting) alias bikin renda, berbeda dengan merajut (knitting). Yang membedakan adalah jarum dan teknik yang digunakan, walaupun hasil akhirnya sekilas tampak mirip. Untuk selanjutnya saya pake istilah bahasa inggrisnya aja ya, biar lebih pas.
Crocheting menggunakan jarum berkait yang disebut hakken atau hakpen. Kaitannya terdapat di salah satu atau kedua ujung jarum. Pada jarum yang memiliki dua buah kait, kedua ukuran kaitnya berbeda. Proses crocheting adalah dengan menarik benang menggunakan kait yang ada di ujung jarum hakken melewati lubang yang dibuat dengan pola tertentu secara simultan. Oke, saya ngga bisa menjelaskan secara naratif dengan baik si proses ini, tapi kalau penasaran bisa cari kata kunci 'crochet' di yutub :p
![]() |
| si jarum hakken alias hakpen |
![]() |
| proses awal crocheting, bikin rantai alias chain stitch |
![]() |
| salah satu teknik crocheting |
![]() |
| beberapa pola umum hasil crocheting |
Sementara itu, knitting menggunakan sepasang (dua buah) jarum rajut yang ukurannya lebih panjang daripada jarum hakken. Jarum rajut ini bentuknya mirip stik drum, dalam versi lebih langsing kurus. Ujungnya agak meruncing (saya ingat pernah baca cerita detektif dimana pembunuhnya menggunakan jarum rajut yang ujung runcingnya ditajamkan sebagai senjata pembunuh). Prosesnya lebih kepada melilitkan benang ke jarumnya, lalu dilakukan secara bolak balik per baris rajutan (misal baris pertama, benang dililitkan ke jarum di tangan kiri, lalu baris kedua rajutan dari jarum di kiri dipindahkan ke jarum di tangan kanan sambil menambahkan rajutannya). Bingung ya? Hehe, saya juga belum menguasai kalau si knitting ini, masih belajar dasarnya. Kalau masih abstrak, bayangin deh adegan-adegan di film dimana ada tokoh wanita tua duduk di kursi goyang sambil memegang satu jarum panjang di masing-masing tangannya, terus di bawah kursinya ada gulungan benang. Kebayang kan?
![]() |
| jarum knitting |
![]() |
| teknik memegang jarum knitting |
![]() |
| proses knitting |
![]() |
| salah satu hasil knitting (pola paling dasar) |
Nah di beberapa hari bebas ini, saya berhasil membuat beberapa proyek crocheting. Ini penampakannya *jengjeeeng*
![]() |
| tas buat ponakan ^^ |
![]() |
| take a closer look! |
![]() |
| tas, tempat hp, kantong mukena, sarung botol minum |
Eh itu, kantong mukena sama tempat hp bukan dibikin pas pengangguran ini, tapi udah lama, hihi. Mau cerita sedikit juga. Dulu saya diajari crocheting ini sama Mamah, waktu masih SD. Pas awal belajar dulu males-malesan tapi sekarang saya bersyukur karena kalau ngga dipaksa, saya ngga bakal punya keterampilan ini yang ternyata cukup terpakai. Mamah saya juga mengajari kakak saya, yang sampai sekarang jauh lebih jago dan hasil crocheting-nya jauuuh lebih rapi dari saya (nasib). Sementara Mamah diajarin Mbah Putri juga duluu. Jadi ini semacam warisan turun temurun lah ya. Kalau saya punya anak perempuan nanti juga mau saya ajarin ah, biar pahala ke kakak, Mamah dan Mbah mengalir terus, insya Allah :)
Sekedar berbagi info dan inspirasi, hehe. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca :D
Bonus image! Ahaha..
NB : semua images dari google, kecuali yang ada 'cap' blog saya
Pengangguran (oh yeah)
Jumpa lagi kawan-kawan blogger! (setelah vakum *lagi* beberapa lama, hehe)
Ini bahan dan alat-alat perangnya..
Dan, tadaaaa!
Sekarang saya sudah menyandang status baru sebagai anak rumahan (baca : unemployment). Kasarnya pengangguran lah ya, hihi. Tapi sebagai anak rumahan, saya mau membuktikan bahwa ga kerja kantoran bukan berarti cuma males-malesan di rumah. Karena dengan banyaknya waktu senggang di rumah, saya jadi punya waktu buat masak, beberes rumah (terutama kamar), maen sama ponakan dan doing hobbies kayak baca buku ato crocheting.
Baiklah, minggu pertama saya sebagai fresh unemployment saya isi dengan makeover meja belajar. Sebenernya ini proyek yang udah lama tertunda setengah selesai, jadi pas udah mulai nganggur di rumah, mulailah itu si meja diubek-ubek lagi. Ini penampakan si meja korban makeover (versi before):
![]() |
| semuanya berantakan ditumpuk-tumpuk cuy |
![]() |
| sampe kolong meja pun berantakan -__- |
![]() |
| kertas kado, kotak-kotak bekas,dan alat-alat standar buat bikin prakarya |
Inilah hasil after-nya.. Yah emang ga beda jauh sih, tambah penuh malah, haha *makeover gagal dong*
![]() |
| kelihatan bedanya sama versi before? |
![]() |
| intinya sih, bagian-bagian meja yang udah pada cacat ditutupin :p |
Pertanyaannya, kenapa si meja ini dipertahankan sih? Ga beli baru aja? Well, yang pertama tentu karena alasan ekonomi dong ya. Beli meja baru pasti lebih mahal daripada makeover meja lama yang modalnya cuma beberapa lembar kertas kado. Lagipula setelah menilik-nilik meja belajar yang banyak dijual di pasaran, saya rasa kualitasnya ga sebagus meja-meja yang dijual jaman dulu. Ga tau juga ding, perasaan saya aja kali, hehe. Tapi alasan lainnya yaitu karena meja ini lumayan bersejarah buat saya. Bayangin aja, ini meja udah dipake kakak saya yang usianya 8 tahun di atas saya. Sejauh yang saya inget, meja ini ada dari kakak saya SD. Mungkin malah seumuran saya. Wew, awet juga ya.
Sekian pekerjaan makeover meja saya, semoga bermanfaat! Dan terima kasih sudah membaca :D
Subscribe to:
Posts (Atom)





















